Tampilkan postingan dengan label pendidikan matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan matematika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

makalah korelasi dan regresi



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Uji f
1)      pengertian
Uji F yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Model hipotesis yang digunakan adalah:
H0: b1 = b2 = b3 =0 artinya variabel bebas (X) secara bersama-sama tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y).
H0: b1 ≠ b2 ≠ b3 artinya variabel bebas (X) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y).
Nilai F hitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan
keputusan, yaitu:
• H0 diterima bila Fhitung < Ftabel pada α = 5%
• H0 ditolak bila Fhitung > Ftabel pada α = 5%
2)      DASAR TEORI
Jika uji t digunakan untuk pengujian dua sampel, uji F atau Anova digunakan untuk
pengujian lebih dari dua sampel. Distribusi F digunakan untuk menguji hipotesis, apakah
variansi dari sebuah populasi normal sama dengan variansi dari populasi normal lainnya. Satu
variansi sampel yang lebih besar ditempatkan pada pembilang, sehingga rasio minimalnya adalah
1,00. Distribusi F juga digunakan untuk menguji asumsi-asumsi bagi beberapa statistik uji.
Berdasarkan   pendapat   Douglas   A.   Lind   (2005,   p387-388),   Distribusi   F   memiliki   ciri-
cirisebagai berikut:
1. Terdapat suatu keluarga distribusi F.
Suatu anggota keluarga distribusi F di tentukan berdasarkan dua parameter : derajat
kebebasan pada pembilang dan derajat kebebasan pada penyebut.
2. Distribusi F bersifat kontinu.
3. Distribusi F tidak dapat bernilai negatif.
4. Bentuknya tidak simetris.
5. Bersifat Asimtotik (Asymptotic).
Distribusi F memberikan sebuah perangkat untuk menjalankan suatu uji variansi dari dua
populasi normal. Menentukan validasi sebuah asumsi untuk suatu statistik uji, mula-mula kita
tetap harus menentukan hipotesis nolnya. Hipotesis nolnya adalah bahwa variansi dari suatu
populasi ( 1²), sama dengan variansi dari populasi normal lainnya ( 2²). Hipotesis alternatifnyaσ σ
dapat berupa perbedaan variansi tersebut.
Uji F Statistik digunkan untuk mengetahui apakah variable independent motivasi (X1),
iklim komunikasi (X2), secara parsial berdampak terhadap variabel dependent hasil belajar kimia
3).  Rumus Uji F seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2003: 47) sebagai berikut

bg2
eterangan:
N = banyak sampel
m = banyak prediktor
R = koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor.










4). TABEL UJI F
Hasil gambar untuk tabel uji f statistik


B.     ANALISIS VARIANSI
1. Pengertian Anova

 Analisis varians (analysis of variance, ANOVA) adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Ia merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher, sehingga uji-F juga dipakai dalam pengambilan keputusan. Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher, bapak statistika modern. Dalam praktik, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan).
Berikut Hipotesis dalam anova :
H0: μ1 = μ2 = μ3 = ... = μn, Tidak ada perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung dari n kelompok
H1: μ1 ≠ μ2 ≠ μ3 ≠ ... ≠ μn, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung dari n kelompok

  Uji hipotesis dengan ANOVA digunakan, setidaknya karena beberapa alasan berikut:
  1. Memudahkan analisa atas beberapa kelompok sampel yang berbeda dengan resiko kesalahan terkecil.
  2. Mengetahui signifikansi perbedaan rata-rata (μ) antara kelompok sampel yang satu dengan yang lain. Bisa jadi, meskipun secara numeris bedanya besar, namun berdasarkan analisa ANOVA, perbedaan tersebut TIDAK SIGNIFIKAN sehingga perbedaan μ bisa diabaikan. Sebaliknya, bisa jadi secara numeris bedanya kecil, namun berdasarkan analisa ANOVA, perbedaan tersebut SIGNIFIKAN, sehingga minimal ada satu μ yang berbeda dan perbedaan μ antar kelompok sampel tidak boleh diabaikan.
  3. Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Selain itu, analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. Akibatnya, penggunaannya sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan.
2. Jenis-jenis Anova
Sesuai dengan banyaknya faktor yang terlibat, maka anava dibedakan secara garis besar menjadi dua yaitu :
1) Anava tunggal atau anova satu jalan
2) Anava ganda atau anova lebih dari satu jalan.
a.       Analisis Variansi Satu Jalur-
 Yang dimaksud dengan analisis varians satu jalan adalah analisis varians yang digunakan untuk mengolah data yang hanya mengenal satu variable pembanding.
Dinamakan analisis varians satu arah, karena analisisnya menggunakan varians dan data hasil pengamatan merupakan pengaruh satu faktor.Dari tiap populasi secara independen kita ambil sebuah sampel acak, berukuran n1 dari populasi kesatu, n2 dari populasi kedua dan seterusnya berukuran nk dari populasi ke k. Data sampel akan dinyatakan dengan Yij yang berarti data ke-j dalam sampel yang diambil dari populasi ke-i. ( Sudjana.1996.Metoda Statistika.Bandung:Tarsito Bandung).
ANAVA satu jalur yaitu analisis yang melibatkan hanya satu peubah bebas. Secara rinci, ANAVA satu jalur digunakan dalam suatu penelitian yang memiliki ciri-ciri berikut:1. Melibatkan hanya satu peubah bebas dengan dua kategori atau lebih yang dipilih dan ditentukan oleh peneliti secara tidak acak. Kategori yang dipilih disebut tidak acak karena peneliti tidak bermaksud menggeneralisasikan hasilnya ke kategori lain di luar yang diteliti pada peubah itu. Sebagai contoh, peubah jenis kelamin hanya terdiri atas dua ketgori (pria-wanita), atau peneliti hendak membandingkan keberhasilan antara Metode A, B, dan C dalam meningkatkan semangat belajar tanpa bermaksud menggeneralisasikan ke metode lain di luar ketiga metode tersebut.

1. Perbedaan antara kategori atau tingkatan pada peubah bebas dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif.
2. Setiap subjek merupakan anggota dari hanya satu kelompok pada peubah bebas, dan dipilih secara acak dari populasi tertentu. (Furqon. 2009. Statistika Terapan untuk Penelitian. Cetakan ketujuh. ALFABETA: Bandung)
Tujuan dari uji anova satu jalur adalah untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata. Sedangkan gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi. Maksudnya dari signifikansi hasil penelitian. Jika terbukti berbeda berarti kedua sampel tersebut dapat digeneralisasikan (data sampel dianggap dapat mewakili populasi). Anova satu jalur dapat melihat perbandingan lebih dari dua kelompok data. (Riduwan.2008.Dasar-dasar Statistika.Bandung:Alfabeta)
Anova pengembangan atau penjabaran lebih lanjut dari uji-t .Uji-t atau uji-z hanya dapat melihat perbandingan dua kelompok data saja. Sedangkan anova satu jalur lebih dari dua kelompok data. Contoh: Perbedaan prestasi belajar statistika antara mahasiswa tugas belajar (X1), izin belajar (X2) dan umum (X3).
Anova lebih dikenal dengan uji-F (Fisher Test), sedangkan arti variasi atau varian itu asalnya dari pengertian konsep “Mean Square” atau kuadrat rerata (KR).
Rumusnya :
KR=JK/db
Dimana: JK = jumlah kuadrat (some of square)
                 db  = derajat bebas (degree of freedom)

b.      Analisis Variansi Dua Jalur-
Analisis varians dua jalan merupaka teknik analisis data penelitian dengan desain faktorial dua faktor. Dalam penelitian ini terdapat dua variable yang digunakan untuk dasar peninjauan sekor utntuk variable terikat. Anava dua jalan mempunyai judul kolom dan judul baris dengan menggunakan klasifikasi dua variable yang digunakan sebagai dasar tinjauan sekor untuk variable terikat. Anava dua jalan yang juga disebut dengan anava modal AB mempunyai dua variabel. Model diagram analisis dua jalan dapat berupa dua alternative.
Two way ANOVA digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel bila peneliti melakukan kategorisasi terhadap sampel kedalam beberapa blok, sehingga bila variabilitas atau sumber keragaman pada uji One Way ANOVA berasal dari perlakuan dan galat, maka pada two way ANOVA sumber keragaman tidak hanya berasal dari perlakuan dan galat, tapi juga berasal dari blok.
Berikut adalah langkah-langkah dalam perhitungan ANOVA dua jalur (two way ANOVA):
  1. Identifikasi nilai: t (jumlah perlakuan), r (jumlah blog),
  2. hitung jumlah pengamatan total (n), yaitu: n = r x t,
  3. Hitung jumlah kuadrat total dengan rumus:
     d.Hitung jumlah kuadrat perlakuan dengan rumus:
e.Hitung jumlah kuadrat antar blok dengan rumus:
f.Cari harga F-Hitung dengan menggunakan rumus yang tertera pada tabel.

g.      Cari harga F tabel dengan mempertimbangkan (1) tingkat signifikansi (α), (2) df1 yaitu df dari MS terbesar, dan (3) df2 yaitu df dari MS terkecil.
h.     Bandingkan harga F Hitung dengan F tabel.
(1) Bila F Hitung < F tabel, maka Ho diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan tidak berbeda secara signifikan,
(2) Bila F Hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan berbeda secara signifikan.
contoh
Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari beberapa jenis pupuk (pupuk A, B, C, D, E dan F) terhadap pertumbuhan tanaman jagung di sebuah wilayah. Peneliti tersebut kemudian membagi petak percobaan kedalam 3 blok berdasarkan tingkat kesuburannya, yaitu: I= tingkat kesuburan rendah, 2= sedang, dan 3 = tinggi. Penelitian disusun berdasarkan desaian Rancangan Acak Kelompok, dan yang menjadi parameter adalah bobot tongkol jagung (g).
Layout RAK.jpg
Setelah dilakukan pengukuran terhadap berat tongkol jagung, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antar perlakuan, maka dilakukan uji ANOVA 2 arah (two way ANOVA). Proses pengerjaannya dapat dilakukan secara cepat dan mudah dengan menggunakan aplikasi program Microsoft Excel.



C.     KORELASI DAN REGLESI SEDERANA
1.      KORELASI
Korelasi menyatakan derajat hubungan antara dua variabel tanpa memperhatikan variabel
mana yang menjadi peubah. Karena itu hubugan korelasi belum dapat dikatakan sebagai
hubungan sebab akibat.
    BENTUK HUBUNGAN
KETERANGAN;
1.  Hubungan positif menyatakan hubungan semakin besar nilai pada variabel X,
diikuti pula perubahan dengan semakin besar nilai pada variabel Y
2.  Hubungan negatif menyatakan hubungan semakin besar nilai pada variabel X,
diikuti pula perubahan dengan semakin kecil nilai pada variabel Y.
3.  r = 1,00 menyatakan hubungan yang sempurna kuat; r = 0,50 menyatakan
hubungan sedang; dan 0,00 menyatakan tidak ada hubungan sama sekali (dua
variabel tidak berhubungan).
PENGGUNAAN TEHNIK KORELASI
KORELASI PRODUCT MOMENT



Keterangan:
RXY = hubungan variabel X dengan Variabel Y
X = Nilai variabel X 
Y = nilai variabel y
5. REGRESI LINIER SEDERHANA
Tujuan utama materi ini adalah bagaimana menghitung suatu perkiraan atau persamaan regresi yang akan menjelaskan hubungan antara dua variabel.Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antarvariabelnya. Istilah regresi itu sendiri berarti ramalan atau taksiran.Persamaan yang digunakan untuk mendapatkan garis regresi pada data diagram pencar disebut persamaan regresi. Untuk menempatkan garis regresi pada data yang diperoleh maka digunakan metode kuadrat terkecil, sehingga bentuk persamaan regresi adalah sebagai berikut:
Y’ = a + b X .Kesamaan di antara garis regresi dan garis trend tidak dapat berakhir dengan persamaan garis lurus. Garis regresi (seperti garis trend dan nilai tengah aritmatika) memiliki dua sifat matematis berikut :  (Y    Y’) = 0 dan  (Y    Y’)2= nilai terkecil atau terendah. Dengan perkataan lain, garis regresi akan ditempatkan pada data dalam diagram sedemikian rupa sehingga penyimpangan (perbedaan) positif titik-titik terhadap titik-titik pencar di atas garis akan mengimbangi penyimpangan negatif titik-titik pencar yang terletak di bawah garis, sehingga hasil pinyimpangan keseluruhan titik-titik terhadap garis lurus adalah nol.Untuk tujuan diatas, perhitungan analisis regresi dapat dipermudah dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :Nilai variabel Y

Selasa, 13 Desember 2016

ppt teori dasar logika


makalah kedudukan dua buah bidang



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
Sebuah bidang difikirkan sebagai suatu himpunan titik berderet dan berjajar secara rapat dan tak terbatas,  tetapi tidak memiliki ketebalan. Permukaan sebuah meja, atau permukaan selembar kertas putih polos, yang dibentang ke segala arah tak terbatas, dapat difikirkan sebagai model fisik sebuah bidang. Sebuah bidang direpresentasikan dengan,gambar sebuah jajargenjang, dan nama sebuah bidang dapat menggunakan sebuah huruf kapital atau huruf Yunani.(Karso,2010)
Dalam geometri bidang atau geometri dimensi-2 perhatian kita pada dua dimensi, yaitu dimensi-1 dan dimensi-2. Ketika kita mempelajarinya, imajinasi kita pada selembar kertas tipis yang terhampar tak terbatas. Dalam geometri bidang, setiap objek geometri terdapat pada sebuah bidang. Sedangkan dalam geometri ruang atau geometri dimensi-3 imajinasi kita tidak hanya pada selembar kertas tersebut, namun juga ruang yang terbuka  tak terbatas. Dalam geometri ruang, setiap objek geometri terdapat dalam suatu bidang  atau lebih, dan dalam sebuang ruang. Alam yang luasnya tak-berhingga, tempat kita hidup, merupakan ruang yang dimaksud. Ruangan yang Anda tempati untuk mengikuti kuliah merupakan ruang yang terbatas.(murdanu,2009)
1.2  Adapun yang menjadi masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      apa pengertian bidang,dua bidang sejajar,dan  bidang berpotongan
2.      bagaimana kedudukan dua buah bidang
3.      bagaimana jarak bidang sejajar
4.      bagaimana contoh bidang sejajar dan berpotongan
1.3  Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      untuk mengetahui pengertian bidang,dua bidang sejajar dan bidang berpotongan
2.      untuk mengetahui kedudukan dua buah bidang
3.      untuk mengetahui contoh bidang sejajar dan berpotongan



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian bidang, bidang sejajar ,dan bidang berpotongan
1.      Pengertian bidang
      Bidang adalah himpunan garis-garis yag anggotanya terdiri dari lebih dari satu buah garis.
Bidang mempunyai ukuran panjang dan lebar serta diberi nama dengan menyebutkan titik-titik sudut dari bidang tersebut atau memakai huruf   dan seterusnya. Pada gambar  dibawah ini diperlihatkan dua buah bidang yaitu bidang  dan ABCD .
                                                                                  


 





Gambar 1
(Mafia,2013)
2.      Dua bidang sejajar
          Dua bidang dikatakan sejajar, jika kedua bidang tersebut tidak  mempunyai satupun itik persekutuan, seperti gambar dibawah ini.
          
Gambar 2.Dua Bidang Sejajar
3.      Dua bidang berpotongan
          Dua bidang di katakan berpotongan,jika kedua bidang tersebut mempunyai sebuah garis persekutuan seperti gambar di bawah ini

Gambar 3.Bidang Berpotongan
{mafia,2014)
2.2 Kedudukan dua buah bidang
Jika ada dua buah bidang, maka kejadian yang dapat terjadi, yaitu: kedua bidang
tersebut berpotongan atau kedua bidang tersebut saling sejajar.
Dua buah bidang    dan   dikatakan berpotongan, jika keduanya bersekutu tepat pada
sebuah garis. Garis persekutuan tersebut dinamakan garis potong antara bidang   dan
bidang   ; dilambangkan dengan garis ( ,  ). Perhatikan Gambar 1 !
Dengan demikian garis ( ,  ) merupakan himpunan semua titik yang terletak pada
bidang   dan juga pada bidang  .                                 
Dua buah bidang,    dan   , dikatakan sejajar, jika keduanya tidak bersekutu pada satu
titik pun. Perhatikan Gambar 2 !
Gambar 4.Kedudukan Dua Buah Bidang
(karso,2010:78)
2.3 jarak dua bidang sejajar
Dua bidang yang saling berpotongan mempunyai jarak 0. Jadi, jarak
antara dua bidang hanya dapat dicari jika keduanya sejajar.
Langkah-langkah untuk menentukan dua bidang yang sejajar U dan V:
1)      Bangun garis m, 𝑚 , 𝑚  .
2)      Misalkan  D  adalah titik tembus garis  m  pada bidang  U, E  titik tembus
      garis m pada bidang V.
3)      Jarak antara bidang U dan V adalah panjang ruas garis DE.
Contoh:
Kubus  ABCD.EFGH mempunyai rusuk yang panjangnya  4  cm.  Lukiskan  dan
hitunglah jarak AFH dan BDG.
Pembahasan:
a.  Jarak bidang AFH dan BDG
Penyelesaian:
1)  Lukis bidang AFH dan BDG. Garis CE AFH, CE BDG.
2)  Misalkan CE menembus AFH di T1 dan menembus BDG di T2. Jarak
AFH ke BDG = T1T2.
Jarak antara bidang  U  dan bidang  V  yang saling sejajar satu sama lain adalah panjang ruas .garis  DE, dimana  D  adalah sebuah titik sebarang pada bidang  U  dan  E  merupakan proyeksinya pada bidang V.           
                           
Gambar 5.Jarak Antara Dua Bidang
         Langkah-langkah untuk menentukan dua bidang yang sejajar U dan V:
(1)  Bangun garis m, 𝑚 , 𝑚  .
(2)  Misalkan  D  adalah titik tembus garis  m  pada bidang  U, E  titik tembus
garis m pada bidang V.
(3)  Jarak antara bidang U dan V adalah panjang ruas garis DE.
Contoh:                                       
Kubus  ABCD.EFGH mempunyai rusuk yang panjangnya  4  cm.  Lukiskan  dan
hitunglah jarak AFH dan BDG.
Pembahasan: Jarak bidang AFH dan BDG
Penyelesaian:
1)  Lukis bidang AFH dan BDG. Garis CE AFH, CE BDG.
2)  Misalkan CE menembus AFH di T1 dan menembus BDG di T2. Jarak
AFH ke BDG = T1T2.
3)      Perhatikan ∆ EPT1 dan ∆ CAT1.
4)      Perhatikan ∆ EPT1 dan ∆ CAT1. (Sd S Sd) sehingga
Akibatnya, ET1
      5)  Perhatikan ∆ EPT1 dan ∆ CAT1. ∆ EPT1 ∆ CAT1
(Sd S Sd) sehingga
Jadi, jarak bidang AFH dan BDG =
(http;wordpress.com)
2.4 contoh soal bidangsejajar dan berpotongan
Perhatikan kubus ABCD.EFGH pada gambar di bawah ini.
 
a.       Sebutkan tiga pasang bidang yang sejajar.
b.      Sebutkan dua pasang bidang yang berpotongan.
Penyelesaian;
a.       Bidang ABCD sejajar dengan bidang EFGH,bidang ABFE sejajar dengan ,bidang CDHG,dan BCGF sejajar dengan bidang ADHE.
b.      Bidang ABGH  berpotongan  dengan bidang CDEF dan bidang BCHE berpotongan dengan bidang ADGF.












BAB III
PENUTUP
3.1  kesimpulan
      Bidang terdapat di sebuah bangun ruang yang memiliki garis untuk membentuk bidang. Sebuah bidang ditentukan oleh sebuah garis dan sebuah titik titik terletak di luar garis sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis berpotongan.Konsep bidang akan di pahami jika sudah memahami konsep garis . Konsep garis juga akan dipahami jika juga memahami konsep titik jadi konsep-konsep ini sangat berpengaruh dalam membuat ruang.
3.2  Saran
     Dalam menentukan sebuah bidang kita harus mengetahui terlebih dahulu titik dan jaraknya.jarak tersebut di batasi sebuah garis.
       





















DAFTAR PUSTAKA
Karso.dkk.2010.Materi  kurikuler matematika Sma.jakarta:universitas terbuka
Mafia.2013.PengertianBidang
http;//www.mafia.mafiaol.cpm
murdanu.staf.uny.ac.id
mafia.2014.kedudukan-dua-buah-bidang.html
H.karso,dkk,materi kurikuler matematika SMA,2010,Hal.78
diakses 15.mei 2016.jam 08.00 WIB.